kepada yang pernah ada sekaligus tiada
Di sebuah stasiun yang ramai, seorang pria diam-diam menatap seorang wanita. Berbeda dengan wanita-wanita yang memanjakan diri demi mengikuti standar kecantikan, wanita itu malah tampak biasa saja, bahkan cenderung aneh. Sepatu hitam, jaket kebesaran, dan berdiri sambil memalingkan wajahnya. Ia seolah terasing dari tempatnya berdiri.
Mau tak mau, wanita itu menarik perhatiannya. Ia bukan wanita yang bisa ditemukan di kedai kopi ternama. Pun rupanya takkan pernah singgah di klub malam dengan bir murah. Mungkin, kau akan menemukan wanita kikuk itu di perpustakaan. Atau, bisa saja ia meringkuk di bawah pohon dengan buku di tangannya. Jauh dari manusia lainnya.
Langkah wanita itu kecil, berbeda dengan langkahnya yang superbesar. Ia memang pernah dengan sengaja mengikuti langkah wanita itu di stasiun. Dengan mudah, ia menyusulnya. Namun, ia menahan diri. Ia bukan ingin berada di depan wanita itu, melainkan di sampingnya. Agar ia mampu mengenal lebih jauh. Agar ia bisa menyelam di rimba pikiran wanita itu. Langkahnya terhenti saat wanita itu naik ke kereta, yang sayangnya berbeda jalur dengannya.
Ia tak pernah tahu asal wanita itu. Apakah ia baru saja akan berangkat ke kantor? Atau ia akan mengunjungi sahabat dekatnya? Yang jelas, tindak-tanduk sang wanita yang waspada dan dingin cukup membuat sang pria memutuskan untuk tak mendekat. Ia memberikan ruang yang tak seberapa, agar masih mampu menatapnya dari kejauhan.
Suatu saat, dengan nekatnya, ia berdiri di dekat wanita itu. Ia mencoba membuka percakapan dengan menanyakan waktu. Bukannya mendapatkan respons positif, ia malah ditatap dingin. Wanita itu enggan membalas tanyanya. Akhirnya, ia mengatupkan bibirnya, tak sanggup terus mencoba.
Lalu, suatu saat, wanita itu tampak menggandeng seorang pria asing. Dari cara mereka berbincang, cara pria asing itu menggamit sang wanita, dan cara sang wanita menatap pria asing itu, ia tahu bahwa kedua insan itu saling mengenal. Yang lebih menyakitkan, keduanya tampak serasi. Dunia mereka serupa. Dan dari perbincangan mereka, ia tahu bahwa sekuat apapun ia mencoba, ia takkan pernah masuk ke dunia wanita itu.
19 September 2016