Pages

Salju

Pria itu melangkah dengan sangat hati-hati. Sepatu botnya terbenam di salju setinggi mata kakinya. Tangannya menggenggam sisi jembatan. Dingin merasuk jarinya. Percuma saja ia menggunakan sarung tangan, jika begitu. Di tangannya, ia menggenggam plastik berisi sayur dan buah.

Ia terjatuh. Rupanya, kakinya menginjak trotoar jembatan yang tak rata. Sambil meruntuk, ia bangkit. Pakaian bagian depannya basah total.

Ia mengangkat muka. Ia terpaku.

Ia terlalu lama melihat ke bawah hingga tak menyadari keindahan di sekelilingnya. Salju putih, jembatan kokoh, kesunyian, dan langit kelabu. Sungguh kombinasi yang menawan.

Ia merogoh saku dan memotret pemandangan yang terhampar. Ia tersenyum. Kemudian, ia berdiri dan melanjutkan langkahnya.

16 Oktober 2016