Pages

Kolaborastra Hari 19: Kantuk




[29/09/2017]

Sadar.

Ia mengerjap. Sudah satu bulan sejak motornya dijual untuk membayar uang kuliah. Untungnya, rute dari indekos ke kampus tak memakan banyak uang.

Ia baru terbangun. Rupanya, ialah penumpang terakhir di sana.

"Mau sampai mana, kang?" tanya supir.

Gang indekosnya nyaris terlewat. Untung saja ia tak perlu berjalan jauh.

Padahal, indekos dan kampusnya tak begitu jauh. Sempat-sempatnya ia tertidur seperti itu.

Ia tertawa dalam hati sembari menikmati dini yang kian membeku.