Pages

Kolaborastra Hari 12: Jatuh


[22/09/2017]

Tatapnya kosong kala pandang bertemu tanah. Seharusnya, ia tak mengizinkan pacarnya keluar kamar hari itu.

Apa yang kurang? Ia telah menyiapkan rumah dan kamar yang dapat dihias sesuka hati. Pacarnya dapat membeli apapun yang ia mau.

Sempurna.

Pacarnya hanya tidak boleh keluar rumah dan berkomunikasi dengan pria manapun. Itu saja. Kunci pintu dan pagar hanya miliknya seorang. Jendela berteralis dan isi rumah tanpa alat pertukangan adalah istana yang ditempati pacarnya.

Wanita itu malah memilih untuk lari! Dan ia bersembunyi di rumah orangtuanya! Bahkan, ayahnya keluar rumah untuk menamparnya!

Mengapa tak ada yang mengerti? Untuk singgasana seagung yang ia tawarkan, tentu saja diiringi kegelapan yang serupa panjangnya.

Seluruh wanita sama saja! Tak mengerti surga dunia!