Pages

Kolaborastra Hari 6: Arik



[16/09/2017]

Sentak.

Mata, yang awalnya terkatup, terbelalak. Ia terjaga di kelam malam.

Pikiran berputar; mengingat mimpi yang nyaris lepas dari jemari.

Hal buruk apa yang merekah sebagai bunga tidur? Mengapa ia sadar dengan bibir bergetar?

Padahal, sudah dua minggu setelah adiknya wafat. Padahal, ia harus menjaga tidur mendekati ujian akhir.

Di malam minggu yang sunyi, napas menjadi fokusnya kala itu.

Tarik. Embus. Tarik. Embus.

Akhirnya, ia mengatupkan mata kembali.

Istirahatlah kembali.