Pages

Kolaborastra Hari 9: Agustus


[19/09/2017]

Ia menatap kalender.

15 Agustus.

Saat pulang kerja, hiasan merah putih menyambut mata. Di manapun, orang-orang bersorak merayakan kemerdekaan negara.

Ia berjalan ke ruangan setrika. Di sana, di dalam lemari berdebu, adalah bendera merah putih yang ia beli pada tahun pertama ia menetap di rumah itu.

Untuk apa?

Ia mengingat keluarganya sendiri. Ayah dan ibunya memang menetap di bumi pertiwi, namun adiknya tengah mengenyam pendidikan di Negara Paman Sam. Sepupunya bahkan tak kembali ke Indonesia setelah menuntaskan studi; memilih menikahi warga lokal di sana.

Apa yang tersisa di negara ini? Mengapa ia masih bertahan?

Bisa saja ia bekerja di luar negeri. Untungnya, pernikahannya belum terjadi. Mungkin, ia akan lebih sukses daripada di Indonesia.

Ia hendak melewatkan pemasangan bendera, namun Pak RT pasti melayangkan protes.

Setidaknya, untuk perayaan. Tidak perlu khidmat, bukan?