Pages

Kolaborastra Hari 5: Parah! Parah!


[15/09/2017]

Ia mempercepat langkah.

Sesak. Amarah meletup-letup. Makian mengular. Penat membumbung.

Ia ingin membanting sesuatu, namun ia tak ingin menimbulkan kerusuhan. Padahal, ia baru saja melewati tong sampah kosong. Pekik nyaring kala tong terbalik pasti mampu membuatnya merasa lega. Pasti!

Bayangan kejadian pagi sebelumnya membuat darahnya mendidih. Ia menggeleng. Langkahnya dipercepat.

Pacarnya—pacar kesayangannya!—berpaling. Gadis itu berpaling pada mahasiswa berprestasi semester ini. Parah! Parah sekali! Apa kelebihan pria itu? Pria itu hanyalah pria kelebihan harta dan ilmu. Di balik kediamannya, ia sering mencampakkan wanita. Oh, ia ingat pertengkaran pria itu dengan pasangan sebelum pac—oh, mantannya. Pasalnya, ia dan pria itu menempati indekos yang sama.

Kala itu, pria itu kembali dengan jalangnya yang entah kesekian. Pasangannya tak sengaja bertemu muda-mudi yang tengah bercumbu di mobil. Di sanalah pertengkaran sengit meledak.

Ketika ia berjalan menyusuri lorong sunyi, ia mendengar ketukan langkah lain. Kepalanya berbalik. Tak ada orang yang berjalan di belakangnya.

Pikirannya kembali ke mantan yang dengan tega meninggalkannya. Oh, ia tak bisa lupa tangan pria yang merengkuh gadis polos itu! Matanya nyala menatap lekuk sang gadis. Pasti mereka akan bersenang-senang setelah menginjak-injak harga dirinya. Padahal, ia selalu menjaga kehormatan sang gadis. Padahal, ia sela—

Ia terjatuh. Darah mengalir di pipi. Pening. Kesadaran menurun.

Tasnya direnggut paksa. Langkah-langkah cepat berlari menjauh.

Apakah seperti itu akhir dari hidupnya? Hatinya remuk digilas realita. Barangnya hilang direnggut orang tak dikenal. Rasanya hancur bersamaan dengan lepas nyawanya.

Pusing. Tidur lebih baik.

***

Pagi itu, berita utama koran dihiasi foto polisi dan kantung mayat.

MEIYANEWS: (15/09/2017) Seorang pria ditemukan tewas di gang sempit di Bandung. Kepalanya pecah. Tak ditemukan kartu identitas atau barang pribadi di sekitar korban. Diduga, korban dibegal. Hasil otopsi menunjukkan bahwa ia meninggal sekitar pukul sebelas malam.

Polisi menghimbau kepada keluarga korban untuk mengenali korban dan melakukan tes DNA. Terima kasih.