[17/09/2017]
Ia menatap kertas di tangan. Seluruhnya tercatat sempurna. Namanya. Jabatannya. Kop suratnya. Tanda tangan direksi serta cap.
Seharusnya, ia bahagia. Seharusnya, sumringah membuncah.
Akhirnya, ia memberanikan diri mengambil langkah baru. Pekerjaan lain menanti di kota berikutnya. Seluruh barang di indekos telah dikirimkan ke destinasi hidup berikutnya.
Surat di tangan menandakan akhir baik serta awal mulia.
Begitu, bukan?
Semoga di pekerjaan berikutnya, ia tak perlu berhenti akibat dijadikan tumbal korupsi.
